Pintu Garasi Otomatis vs Manual: Mana yang Lebih Praktis untuk Rumah Modern?
Di banyak rumah di Indonesia, pintu garasi manual masih sangat umum digunakan. Model yang paling sering ditemui yaitu sliding garage door atau folding garage door. Sistem ini sudah dipakai sejak lama dan masih menjadi pilihan banyak pemilik rumah karena sederhana dan familiar.
Namun, seiring waktu dan intensitas pemakaian harian, beberapa kendala biasanya mulai terasa pada pemakaian pintu garasi manual ini.
Pengalaman Umum Menggunakan Pintu Garasi Manual
Sliding atau folding garage door bekerja dengan sistem rel dan roda yang jadi ruang gerak panelnya. Selama komponen tersebut dalam kondisi baik, pintu dapat digunakan dengan lancar.
Tetapi dalam penggunaan jangka panjang, beberapa hal mungkin terjadi, seperti:
Rel di bawah mudah kotor
Karena posisinya berada di lantai, rel sering terkena debu, pasir, air hujan, atau kerikil dari area sekitar. Jika tidak dibersihkan secara rutin, roda bisa terasa berat atau bahkan tersendat tiba-tiba.
Suara saat dibuka dan ditutup
Setelah digunakan bertahun-tahun, roda dan engsel akan mulai aus. Akibatnya pintu terasa lebih berisik ketika digeser atau dilipat. Terlebih jika garasi lembab dan tidak punya sirkulasi ketika tertutup.
Membutuhkan tenaga saat membuka
Ukuran pintu garasi di rumah modern biasanya cukup besar. Ketika sistem roda sudah tidak sehalus awal pemasangan, membuka pintu bisa terasa lebih berat.
Hal-hal ini sebenarnya normal mengingat pintu akan digunakan setiap hari, lebih dari satu kali sehari.
Mengapa Banyak Rumah Mulai Beralih ke Pintu Garasi Otomatis
Beberapa pemilik rumah mulai mempertimbangkan pintu garasi otomatis karena faktor kenyamanan. Pintu dapat dibuka tanpa perlu turun dari mobil, dan pergerakannya cenderung lebih konsisten.
Selain itu, ada pintu garasi otomatis tipe overhead yang rel-nya tidak lagi di lantai. Jalur rel dipasang di bagian atas mengikuti langit-langit garasi. Area lantai menjadi lebih bersih dan tidak ada komponen yang terinjak kendaraan setiap hari. Posisi rel ini juga yang menghindari penumpukan kotoran pada rel.
COAD Tipe C-40, Pilihan Pintu Garasi Otomatis dengan Sistem Overhead
Pada tipe overhead garage door, saat dibuka, panel pintu bergerak ke atas lalu mengikuti rel di langit-langit. Desain ini membuat area depan garasi tetap lega dan di lantai tidak perlu ada ruang untuk rel.
Pada COAD C-40 Garage Door, kami menggunakan panel dengan ketebalan 40T, berisi polyurethane 40mm di bagian dalam. Struktur panel ini membantu menjaga kekuatan pintu sekaligus memberikan insulasi yang lebih baik dibanding panel tipis.
Pilihan desain panelnya beragam sehingga dapat menyesuaikan tampilan rumah modern Anda. Untuk penggunaan sehari-hari, sistem motor memudahkan pintu dibuka dan ditutup secara otomatis. Namun jika listrik padam, pintu tetap dapat dioperasikan secara manual.
Menyesuaikan dengan Kebutuhan Rumah
Baik pintu garasi manual maupun otomatis memiliki perannya masing-masing. Sistem manual dikenal sederhana dan sudah lama digunakan, sementara sistem otomatis menawarkan kenyamanan tambahan serta desain yang lebih rapi.
Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan pintu garasi otomatis dengan sistem overhead, tim COAD Indonesia dapat membantu memberikan informasi lebih lanjut mengenai C-40 Garage Door, termasuk pilihan desain, ukuran, serta spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan rumah Anda. Konsultasikan via WhatsApp sekarang!
COAD Indonesia
📞 Hubungi kami di: +62-21-5010-0908
📞 WhatsApp: +62 855-1051-095 atau +62 816-1717-6440
📧 Email: coad.id@gmail.com
🌐 Website: highspeeddoorindonesiacoad.com
📍Address: The Bellezza Shopping Arcade Unit SA-39 Lt 1 Jl. Letjen Soepono No. 34, Arteri Permata Hijau Jakarta 12210 Indonesia
📍Branch in East Java Area: Jemurwonosari Gg. Mualim No. 6 Surabaya 60237
📞 PIC East Java Area: Arief Tri Wibowo 0813-3157-0117
.gif)
0 Response to "Pintu Garasi Otomatis vs Manual: Mana yang Lebih Praktis untuk Rumah Modern?"
Post a Comment